

INILAH.COM, Jakarta - Kader PAN, AM Fatwa, mulai 'berkampanye' untuk merebut kursi ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2009-2014. Ia bahkan kini menjual konsep strategis untuk membangun hubungan DPD-DPR yang lebih harmonis ke depan, demi mengubur konflik selama ini.
"Saya siap membangun hubungan DPR dan DPD menjadi harmonis dan bersinergi ke depan. Sehingga menampilkan wajah parlemen yang lebih baik," kata Fatwa di Jakarta, Kamis (10/9).
Fatwa mengaku optimistis dengan pengalaman dirinya yang sudah 2 periode memimpin parlemen, yakni pernah menjadi Wakil Ketua DPR era Ketua DPR Akbar Tandjung dan saat ini masih menjabat Wakil Ketua MPR. Pengalaman ini akan bisa mencairkan kedua lembaga.
"Dengan dua pengalaman saya memimpin parlemen ini, maka diharapkan bisa mencairkan kebekuan antara DPD-DPR yang selama ini terjadi," ujar Fatwa.
Menurut dia, dengan membuat sinergisitas tersebut, justru akan memperkuat posisi DPD yang selama ini memang terbatas kewenangannya. "Justru saya ingin memperkuat DPD dengan segala kewenanganya yang terbatas ini dengan membangun komunikasi yang baik antara DPD dan DPR," jelasnya.
Diakui Fatwa, memang selama ini ada kendala psikologis yang mengganggu hubungan DPR dan DPD, sehingga menjadi tidak harmonis.
Mengenai alasan Ginandjar Kartasasmita mundur dari pencalonan Ketua DPD, Fatwa menilai bukan karena faktor kegagalan memimpin DPD. Melainkan karena memberikan kesempatan kepada yang lain.
"Banyak faktor dan hal yang perlu diperbaiki, misalnya saja perlu ada pendekatan baru membangun DPD," ungkapnya.
Menyinggung dua kandidat lainnya, lanjut Fatwa, mereka punya hak dan peluang yang sama untuk maju sebagai pimpinan DPD. Ditanya soal pimpinan DPD lebih rendah perannya ketimbang pimpinan MPR, Fatwa menolak hal tersebut, karena justru DPD memperkuat kehadiran peran-peran daerah, sehingga bisa memperkuat otonomi daerah. [*/sss]