PARTAI-PARTAI
MENUJU SENAYAN
07/10/09 10:50
 
Ical Menggenggam Kursi Ketum Golkar
R Ferdian Andi R
Aburizal Bakrie
[inilah.com /Dokumen]

INILAH.COM, Jakarta - Nama kandidat Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie makin berkibar. Dukungan terhadap pria yang menjabat Menko Kesra ini pun di atas kertas sudah cukup untuk memenangi pemilihan ketum. Ical pun tidak tertandingi.

Perangkat lunak untuk menuju kursi Golkar 1 hampir mayoritas sesuai dengan skenario dari kubu Aburizal Bakrie. Poin krusial yang menjadi perdebatan dua kubu kandidat Ketua Umum antara Surya Paloh dan Aburizal Bakrie, dalam kenyataannya dimenangi kubu Aburizal Bakrie.

Poin krusial yang signifikan tersebut di antaranya soal kewenangan ormas pendiri dan yang didirikan Partai Golkar dalam hak suara. Jika Kubu Surya Paloh menginginkan ormas pendiri dan ormas yang didirikan Partai Golkar hanya berhak satu suara, namun berbeda kubu Aburizal Bakrie yang menginginkan masing-masing memiliki hak suara.

Dalam rapat pembahasan tata tertib, disepakati tiga ormas pendiri dan tujuh ormas yang didirikan Partai Golkar masing-masing memiliki satu suara. Artinya dari unsur Ormas pendiri dan yang didirikan Partai Golkar sebanyak 10 suara yang berhak memilih dalam Munas.

Kesepakatan ini merupakan poin yang diajukan kubu Ical. Kesepakatan ini pula merupakan aturan yang baru mengingat pada Munas di Bali 2004 silam, ormas pendiri dan didirikan hanya memiliki satu suara.

Poin lainnya yang cukup menentukan yakni di klausul Pimpinan Munas. Jika kubu Surya Paloh menawarkan Pimpinan Munas diisi oleh perwakilan masing-masing kubu kandidat, namun dalam kenyataannya rapat meyepakati Pimpinan Munas terdiri dari satu dari DPP, tiga dari DPD I (wilayah Timur, Barat, dan Tengah), dan satu dari ormas.

“Komposisi yang diputuskan itu merupakan yang terbaik. Karena mewakili seluruh peserta Munas. Ini yang dinginkan kubu Pak Ical,” ujar Wasekjen DPP Partai Golkar Rully Choirul Azwar.

Menurut juru bicara tim sukses Surya Paloh, Poempida Hidayatullah komposisi pimpinan sidang sama sekali tak merugikan kubu Surya Paloh. Pimpinan sidang dipimpin oleh Fadel Muhammad (wilayah Timur), Anshar (wilayah Barat), Uu Rukmana (wilayah Tengah), Syamsul Muarif (DPP) dan Chairunnisa (Ormas).

Ia mengklaim, komposisi itu cukup imbang. Poempida menilai, Syamsul Maarif dan Uu Rukmana merupakan representasi kubu Paloh. Sedangkan Fadel dan Anshar dari kubu Ical. Sedangkan Chairunnisa netral.

Di poin lainnya yang tak kalah penting terkait tata cara pemilihan ketua umum. Kubu Surya Paloh menawarkan usulan, dilakukan secara terbuka dengan menunjukkan surat mandat dari masing-masing tingkatan.

Namun dalam Tatib disepakati pemilihan dilakukan one man one vote. Dengan kesepakatan ini, klaim dukungan termasuk pernyataan mandat atas pilihan kandidat tertentu menjadi tak penting lagi.

Meski poin krusial dan signifikansi dalam Tatib sesuai skenario kubu Aburizal Bakrie, namun tak membuatnya merasa di atas angin. Menurut Ical hasil Tatib Munas merupakan kemenangan Partai Golkar.

“Kalau soal tatib itu bukan kemenangan kubu saya atau siapa, tapi itu adalah kemenangan bagi Golkar seluruhnya. Hasil rapat paripurna itu tidak hanya ditentukan dari kubu saya saja,” ujarnya merendah.

“Tatib hanya memperjelas bahwa dewan penasehat Partai Golkar, dewan penasehat ormas pendiri boleh menjadi Ketua Umum Partai Golkar,” tambah Zaenal Bintang, Ketua DPP Partai Golkar, kepada INILAH.COM di sela-sela Munas.

Masing-masing kandidat sepertinya memang masih cukup cemas atas dukungan DPD selama ini pada masing-masing kandidat. Beberapa event politik di internal Partai Golkar mengkonfirmasikan perubahan politik dukungan cukup cepat.

Seperti saat konvensi capres dari Partai Golkar pada 2004 lalu, Akbar Tandjung yang merasa di atas angin nyatanya kalah dijegal Wiranto. Hal yang sama saat pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas VII pada 2004 lalu, kepercayaan diri Akbar Tandjung juga luluh karena aksi Jusuf Kalla. Mungkinkah, kali ini dengan menggaet Aburizal, Akbar Tandjung dapat membalas kekalahannya? [mdr]

[ Kirim Komentar ]
BERITA TERKAIT
Tags : golkar, munas golkar, ical
load in : 0.000743151 "
IPhA - POLITIK
POLISI AMANKAN PERUSUH
Sejumlah mahasiswa Unisma diamankan petugas karena meneriaki "Boediono Maling" saat peresmian Puskesmas di Bantar Gebang, Bekasi, Jumat (19/3). Kejadian tersebut saat Wakil Presiden Boediono berpidato.
inilah.com/Wirasatria